DESA WISATA MINA MANGROVE TUNGGULSARI MENERIMA PROGRAM BANTUAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Keseriusan Pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui bidang pariwisata merupakan sebuah terobosan yang bagus demi terwujudnya desa mandiri.

Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Desa Wisata Mina Mangrove Tungulsari menerima bantuan berupa infrastruktur fasilitas  wisata berupa  jalur tracking, jembatan, gasebo selfie, dan pintu gerbang masuk Desa Wisata Mina Mangrove.
Kegiatan pelaksanaan pembangunan bersumber dari Anggaran Kementerian Perikanan Dan Kelautan ini ditargetkan akan selesai pada penghujung tahun 2020 ini, dan siap memfasilitasi wisatawan pada Januari 2021.

Dengan support dari Kementerian dan Kelautan tersebut, diharapkan para pengunjung (wisatawan) akan merasa lebih terfasilitasi dari sisi keindahan, kenyamanan dan keamanan dalam menikmati indahnya pesona Desa Wisata Mina Mangrove Tunggulsari yang akan menjadi sentral wisata pantai dengan kualitas hutan mangrove yang indah, lestari, dan alami serta didukung fasilitas penunjang wisatawan yang menarik.

Sebagai pemilik ijin penetapan dan pengelolaan lokasi, Pemerintah Desa Tunggulsari  memikul tanggungjawab besar kedepannya dalam menjaga, mengelola, meningkatkan fungsi dan melestarikan lingkungan kawasan hutan mangrove sebagai kawasan wisata sekaligus kawasan konservasi lingkungan.

Pemerintah Desa Tunggulsari bersama BUMdes Jaya Sari, Pokdarwis dan seluruh masyarakat berharap,  ini bisa menjadi penopang perekonomian masyarakat Desa Tunggulsari sekaligus meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui sektor pariwisata yang mengangkat kearifan lokal, dan selalu memperhatikan kelestarian lingkungan.

Tracking jalan sepanjang 200M
Jembatan akses menuju tracking
Proses pemasangan tiang pancang jalur tracking

 

 

 

 

 

 

 

Pintu Gerbang Masuk Desa Wisata Mina Mangrove

Jalur tracking di tepi pantai

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan